• Sandiwara Langit

    Penulis : Abu Umar Basyier Harga Rpl 30.000,- Harga Bayt Aisyah Rp. 27.000 Kisah seorang anak manusia bernama Rizqaan. Pemuda shalih yang ingin segera menikah karena merasa sudah tidak mampu lagi untuk menjaga gejolak syahwatnya yang sudah begitu menggelora. Pernikahan adalah langkah terakhir yang ia pilih setelah beragam cara seperti puasa Dawud (puasa sehari dan berbuka sehari) sudah tidak mampu lagi menolongnya untuk meredam gejolak tersebut. Calon istri sudah ia dapatkan. Seorang pemudi sholihah bernama Halimah. Akan tetapi....

  • KAFTAN RATU

    Lihat model lainnya

  • Langit Mekah Berkabut Merah

    Pengarang : Geidurrahman Il-Mishry Ukuran : 13 x 20, 350 halaman Harga SC : Rp 59,900 Deskripsi: Ayahnya seorang kiyai desa, meninggal, akibat menjadi korban salah sasaran warga, di tengah malam gelap gulita. Sejak saat itu ia putus mondok dari sebuah Pesantren. Hari-harinya yang biasa ia isi dengan mengaji berganti dengan tumpukan baju dan bumbu. Ia bekerja pada tetangganya sebagai buruh cuci, juru masak dan semacamnya. Sampai akhirnya seorang calo PJTKI merayu berpuluh-puluh kali agar ia mau menjadi...

Blogger Tips

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Rabb engkau lah hendaknya kamu berharap.” (QS Al Insyirah [94]: 5-8)
Tampilkan postingan dengan label Pro-U Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pro-U Media. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 November 2010

Jalan Cinta Para Pejuang

Di sana, ada cita dan tujuan 
yang membuatmu menatap jauh ke depan 
di kala malam begitu pekat 
dan mata sebaiknya dipejam saja 
cintamu masih lincah melesat 
jauh melampaui ruang dan masa 
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi 

lalu di sepertiga malam terakhir 
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu 
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai 
dengan cita yang besar, tinggi, dan bening 
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja 
dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali 
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati 

teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang 
menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban, menyeru pada iman 
walau duri merantaskan kaki, walau kerikil mencacah telapak 
sampai engkau lelah, sampai engkau payah 
sampai keringat dan darah tumpah 

tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum 
di jalan cinta para pejuang 

Salim A. Fillah

Harga Rp. 60.000,-
Harga Bayt Rp. 51.000,
Penulis : Salim A. Fillah 
Penerbit : Pro-U Media 
Cetakan : Ketiga Februari 2006 
Halaman : 284 +XX 
ukuran : 11.5x19.4 
Harga Rp. 34.000,-
Harga Bayt Aisyah Rp. 28.000,-

“Pengen deh”, kata seorang Ukhti “Punya suami kayak ‘Ali… Tapi bagaimana bisaa?! Aku jauh banget dari Fatimah…” Iya yah.. Saya juga pengin punya isteri kayak “aisyah Tapi ‘Aisyah kan hanya pantas untuk Muhammad lha saya!? Waduh!! “..Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan laki-laki yang baik hanyalah untuk wanita yang baik..” (An Nur 26) 

Tenang sodara-sodara! 

Setelah buku NPSP ( Nikmatnya pacaran Setelah Pernikahan) dan ABCP ( Agar Bidadari Cemburu Padamu) membuat antum nggak bisa tidur nyenyak, Kali ini Salim A. Fillah tidak sedang mengompori untuk nikah… ( cumin dikit aja!) 
Meski di judulnya ada kata Nikah Dini, banyak-banyak kita bakalan ngomongin kerenkan Diri. Umum kok bahasannya. Isinya tentang membangun basis cita rasa pribadi terhadap kehidupan sampai mengalih bentuk kekayaan: dari materi ke kualitas diri. Umum kan?! Tapi seperti biasa, tetep bikin dag dig dug ngebaca. 
Memang disengaja. Memang disengaja. Kalau ga ada dag dig dug-nya berarti kan sudah mati. Padahal buku ini judulnya GueNeberDie. Pokoknya, jadilah pribadi nggak ada matinya. GueNeverDie, kerenkan Diri terus Nikah Dini! 
Yah, sebagaimana sering diulang-ulang penulisnya, “Mencari jodoh yang baik adalah senantiasa memperbaiki diri hari demi hari. Lalu kita menjemputnya dari tangan Allah diiringi senyuman sang bidari.” Cihuiii!